Mengurai Pasal 288 Lalu Lintas: Denda dan Sanksi bagi Pelanggar

Ayumi Fadhila

Pasal 288 lalu lintas menjadi topik hangat di kalangan pengendara karena mengatur tentang sanksi dan denda yang harus dihadapi jika melanggar aturan lalu lintas. Pasal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menjadi acuan utama dalam penegakan hukum lalu lintas di Indonesia.

Pasal 288 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap pengendara yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCK) akan dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan berupa denda maksimal Rp 500.000 atau pidana kurungan paling lama dua bulan.

Pentingnya STNK sebagai bukti kepemilikan dan pembayaran pajak kendaraan tidak bisa dianggap remeh. Tanpa dokumen ini, kendaraan dianggap belum terdaftar secara resmi dan belum memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan daerah yang berlaku.

Dalam praktiknya, polisi yang melakukan penilangan harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Mulai dari menyapa pelanggar dengan sopan, menunjukkan identitas, hingga menjelaskan secara detail tentang pelanggaran yang dilakukan, pasal yang dilanggar, serta jumlah denda yang harus dibayar.

Bagi pengendara yang sadar dan mengakui kesalahannya, mereka akan diberikan slip tilang biru yang memungkinkan mereka untuk membayar denda di tempat. Bukti pembayaran denda ini kemudian digunakan untuk menukar surat kendaraan yang disita oleh petugas kepolisian.

Pasal 288 lalu lintas juga mengatur tentang larangan mengemudikan kendaraan dalam kondisi mabuk atau terpengaruh obat-obatan. Pelanggaran ini tergolong serius karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Sanksi yang diberikan bisa berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau pidana penjara dengan jangka waktu maksimal enam tahun dan/atau denda maksimal Rp 12 juta.

Kesadaran akan aturan lalu lintas dan konsekuensi dari pelanggaran pasal 288 sangat penting untuk menjamin keamanan dan ketertiban di jalan raya. Sebagai pengendara, kita harus selalu memastikan bahwa semua dokumen kendaraan lengkap dan mematuhi aturan lalu lintas untuk menghindari sanksi dan menjaga keselamatan bersama.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar