Revolusi Kendaraan Ramah Lingkungan: Lonjakan Penjualan Motor Listrik di Indonesia

Ayumi Fadhila

Penjualan motor listrik di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Sejak tahun 2019, tercatat penjualan motor listrik telah mencapai angka yang mengesankan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mencatat, penjualan telah menembus 48.000 unit, dengan pertumbuhan yang terus menerus sejak hanya 9 APM motor listrik yang memasarkan produknya di Indonesia.

Dinamika Harga dan Faktor Pendorong Penjualan

Harga menjadi faktor utama yang dipertimbangkan konsumen dalam memilih motor listrik. Dengan adanya subsidi pemerintah, harga motor listrik menjadi lebih terjangkau, dimulai dari Rp 5 jutaan setelah subsidi. Ini merupakan langkah strategis untuk mendorong adopsi motor listrik, sekaligus mendukung inisiatif pemerintah dalam mengurangi emisi karbon.

Infrastruktur dan Teknologi sebagai Katalis

Peningkatan infrastruktur pengisian daya dan teknologi battery swapping juga berperan penting dalam pertumbuhan penjualan. Pada tahun 2023, jumlah swap station di Indonesia sudah mencapai 1.700 titik, dengan market share motor listrik yang menggunakan teknologi swapping hampir 55%. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan akses dan inovasi teknologi menjadi kunci dalam mempercepat adopsi motor listrik di Indonesia.

Kesimpulan

Penjualan motor listrik di Indonesia menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Dengan dukungan pemerintah dan pengembangan infrastruktur yang memadai, masa depan transportasi berkelanjutan di Indonesia semakin cerah. Ketersediaan motor listrik yang lebih terjangkau dan teknologi yang inovatif akan terus mendorong pertumbuhan penjualan di tahun-tahun mendatang.

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar