Teh Talua, Warisan Budaya Minang yang Menghangatkan

Ayumi Fadhila

Teh talua adalah minuman tradisional yang kaya akan sejarah dan budaya, berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Minuman ini unik karena menggunakan kuning telur dalam pembuatannya, yang biasanya dicampur dengan gula dan perasan jeruk kalamansi untuk menambah rasa.

Sejarah dan Tradisi

Teh talua tidak hanya sekedar minuman, tetapi juga bagian dari warisan budaya Minangkabau. Dikatakan bahwa teh talua dulunya sering dinikmati oleh para bangsawan dan pedagang kaya di rumah-rumah teh tradisional, tempat mereka berkumpul dan berbincang. Cara pembuatan teh talua yang tradisional melibatkan pengadukan kuning telur dan gula atau susu kental manis dalam gelas hingga terbentuk adonan yang lembut. Teh panas kemudian secara bertahap diaduk ke dalam adonan untuk menggabungkan kedua elemen tersebut. Jus jeruk kalamansi dapat ditambahkan sesuai selera, untuk menghilangkan bau yang tidak diinginkan.

Cara Menikmati Teh Talua

Untuk menikmati teh talua yang berkualitas, orang Minangkabau menilai berdasarkan jumlah lapisan yang terlihat dalam gelas. Teh talua berkualitas tinggi seharusnya memiliki tiga hingga lima lapisan, dengan lapisan pertama disebut "buriah", lapisan kedua berwarna coklat muda, dan lapisan terakhir berwarna putih. Selain itu, teh talua yang baik seharusnya dapat membuat sendok aluminium berdiri tegak dalam gelas, menandakan rasa yang unik dan memuaskan.

Kesimpulan

Teh talua lebih dari sekadar minuman, ini adalah minuman yang sarat dengan tradisi budaya dan sejarah di Sumatera Barat, Indonesia. Proses persiapan yang rumit dan signifikansinya dalam budaya menjadikannya sesuatu yang wajib dicoba bagi siapa saja yang berkunjung ke daerah tersebut. Dengan rasa yang khas dan cara penyajiannya yang unik, teh talua tidak hanya menghangatkan tubuh tetapi juga hati dan jiwa, membawa kita lebih dekat dengan kekayaan budaya Minangkabau..

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar